Untitled Document
Untitled Document

Tugu Perabuan

Tugu ini terletak di  jalan Markoni Gg.III, yang hanya berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat kota Tarakan.  Tak ada petunjuk untuk menuju ke lokasi Tugu yang letaknya tersembunyi ini. Melewati gang kecil, dan harus aktif bertanya jika ingin menemukan peninggalan sejarah ini.  Bahkan beberapa warga yang saya temui hanya menggelengkan kepala ketika ditanya loksi Tugu. Dan ketika akhirnya saya menemukannya, gerbang masuk dalam kondisi digembok. Setelah bertanya di warung depan Tugu, saya disarankan untuk mencari sang juru kunci terlebih dahulu. Setelah bertemu Burhanuddin yang sejak 1975 merawat Tugu, akhirnya saya diajak berkeliling ke Tugu Perabuan.

"Seringkali banyak warga Jepang kesini, sekali datang ada 20 orang. Baru-baru ini ada kapal Jepang yang berlabuh dan 22 orang Jepang kesini,"ungkap Burhanuddin.



Berbentuk segi empat pipih  tugi ini dilengkapi dengan tulisan Kanji. Tugu dengan tinggi 2 m dan lebar 50 cm ini biasanya digunakan dalam upacara perabuan orang-orang Jepang. Tugu ini dibangun pada 1933 yang membuktikan sebelum pendudukan Jepang, sudah ada orang-orang Jepang di Tarakan yang berdagang.



Banyaknya pejuang Jepang yang tewas ketika berperang di Tarakan membuat di tempat ini banyak dikunjungi warga Jepang. Setiap tahunnya, dipastikan selalu saja ada orang Jepang yang datang untuk berziarah dan melakukan upacara perabuan.
sumber http://infowisatakaltara.blogspot.com/